Signet Jewelers Optimistis Hadapi Musim Liburan
Signet Jewelers Ltd. memasuki paruh kedua tahun fiskal dengan prospek yang lebih positif setelah mencatatkan kinerja cukup kuat pada kuartal kedua. Peritel perhiasan tersebut bahkan menaikkan proyeksi penjualan toko yang sama untuk setahun penuh, didukung pertumbuhan di berbagai segmen dan meningkatnya permintaan terhadap produk dengan harga lebih tinggi.
Untuk kuartal yang berakhir pada 1 Agustus, Signet mencatat total penjualan sebesar $1,53 miliar, sedikit turun dibandingkan $1,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, penjualan toko yang sama justru tumbuh 2 persen.
Margin kotor mencapai $602,4 juta atau sekitar 39 persen dari penjualan, meningkat 80 basis poin secara tahunan. Kinerja tersebut turut didukung pengembalian bea masuk sekitar $15 juta, biaya persediaan dan distribusi yang lebih rendah, meskipun kenaikan harga emas memberikan tekanan terhadap biaya.
Laba Operasional Melonjak
Laba operasional Signet mencapai $87,5 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan $2,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba operasional yang disesuaikan meningkat menjadi $107,2 juta dari $85,4 juta.
CEO Signet Jewelers, J.K. Symancyk, mengatakan perusahaan kembali membukukan pertumbuhan penjualan komparatif dan mencatatkan kinerja positif pada seluruh merek perhiasan mewah.
Fokus pada Perhiasan Harga Lebih Tinggi
Salah satu perkembangan penting dalam strategi Signet adalah meningkatnya perhatian terhadap segmen perhiasan dengan harga lebih tinggi. Harga eceran rata-rata per unit atau AUR naik 6 persen secara tahunan, didorong pertumbuhan pada perhiasan pengantin, perhiasan mode, jam tangan, dan layanan.
Berlian Alami Jadi Fokus Utama
Signet secara khusus melihat peluang besar pada berlian alami, terutama untuk perhiasan pengantin dan fashion. Menurut Symancyk, penjualan unit perhiasan dengan harga lebih tinggi mencatat pertumbuhan satu digit tinggi, melanjutkan tren yang sudah terlihat pada kuartal sebelumnya.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menarik konsumen dengan daya beli lebih tinggi sekaligus memperkuat posisi merek-merek perhiasannya di pasar premium.
Blue Nile Diperkuat sebagai Merek Berlian Alami
Signet juga sedang melakukan reposisi terhadap Blue Nile sebagai merek yang lebih berfokus pada berlian alami. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Blue Nile di kalangan konsumen kelas atas.
Pada Mei lalu, Signet mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi The Clear Cut, peritel perhiasan online yang dikenal karena fokusnya pada berlian alami dan kekuatan media sosial. Bisnis tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam Blue Nile.
Lebih Banyak Showroom Blue Nile
Chief Operating and Financial Officer Signet, Joan Hilson, mengatakan perusahaan akan memperkuat fokus terhadap Blue Nile. Signet juga berencana mengubah lebih banyak showroom Blue Nile menjadi toko dengan layanan lengkap.
Showroom tersebut akan memiliki pilihan produk yang lebih luas, termasuk koleksi-koleksi baru. Blue Nile sendiri mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 10 persen secara tahunan pada kuartal tersebut.
Strategi Baru untuk Merek-Merek Signet
Signet terus berusaha memberikan identitas berbeda kepada setiap mereknya. Strategi tersebut mencakup pembaruan produk, peningkatan pengalaman pelanggan di toko dan online, serta pendekatan pemasaran yang lebih modern dan emosional.
Zales dan Kay Jewelers Perkuat Identitas
Zales baru-baru ini memperkenalkan kampanye “You Are The Occasion”, yang mengajak konsumen menggunakan perhiasan mewah dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk acara tertentu.
Sementara itu, Kay Jewelers sedang menjalani proses pembaruan merek. Signet juga tengah memperbarui situs web Kay, Zales, dan Jared, dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga agar siap menghadapi musim belanja liburan.
Signet Naikkan Proyeksi Penjualan Tahunan
Setelah mencatat kinerja yang solid, Signet sedikit menaikkan proyeksi untuk tahun fiskal berjalan. Perusahaan memperkirakan penjualan kuartal ketiga berada di kisaran $1,37 miliar hingga $1,41 miliar, dengan penjualan toko yang sama diproyeksikan turun 1 persen hingga naik 2 persen.
Untuk setahun penuh, Signet masih memperkirakan penjualan berada pada kisaran $6,7 miliar hingga $6,9 miliar. Penjualan toko yang sama diperkirakan stagnan hingga tumbuh 2,5 persen, membaik dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan 0,75 persen hingga pertumbuhan 2,5 persen.
Persiapan Hadapi Musim Liburan
Signet menilai posisinya lebih kuat dibandingkan musim liburan sebelumnya. Tahun lalu, perusahaan mengakui kurang memiliki cukup produk dengan harga terjangkau untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Kini, Signet melihat kondisi yang lebih stabil karena tidak lagi menghadapi volatilitas yang sama akibat tarif dan harga emas yang tinggi.
Selain memperpanjang kemitraan kredit konsumen dengan Bread Financial hingga Desember 2035, Signet juga mendapat tambahan otorisasi pembelian kembali saham sebesar $385 juta. Dengan tambahan tersebut, total sisa otorisasi buyback perusahaan mencapai $700 juta.
Baca juga artikel: Baked Alaska Dengan Cokelat, Selai Kacang Dan Karamel
