Lelang dengan nilai tertinggi adalah sebuah cincin Tiffany & Co. yang dihiasi berlian potongan zamrud tanpa cacat seberat 10 karat.
New York—Lelang Perhiasan Online Christie’s berhasil mengumpulkan total $8,5 juta, dengan berlian putih menjadi yang terlaris.
Sebuah cincin Tiffany & Co. yang menampilkan berlian potongan emerald seberat 10,02 karat terjual sesuai perkiraan harganya sebesar $520.700. Batu berlian tipe IIa ini memiliki tingkat warna D dan tidak memiliki cacat internal.
Sebuah cincin berlian 10,03 karat lainnya terjual seharga $508.000, melampaui perkiraan tertinggi sebesar $350.000.
Perhiasan batu berwarna juga mencatat kinerja yang baik, mencerminkan permintaan kolektor yang terus berlanjut, kata rumah lelang tersebut.
Sebuah cincin Cartier yang diukir dengan batu zamrud dan berlian terjual seharga $120.650, lebih dari empat kali lipat perkiraan tertinggi sebesar $30.000.
Selain itu, sebuah cincin safir dan berlian dari warisan Suzanne G. Valenstein, seorang sejarawan seni, kurator, dan cendekiawan Amerika yang berspesialisasi dalam seni Asia, terjual seharga $317.500, hampir empat kali lipat dari perkiraan tertinggi sebesar $80.000.
Sebuah set perhiasan spinel, rubi, berlian, dan emas yang pernah dimiliki oleh Elizabeth Taylor terjual seharga $107.950, jauh di atas perkiraan pra-penjualan sebesar $15.000 hingga $20.000.
Juga dari koleksinya, sebuah tas malam berlapis emas dan berlian terjual seharga $63.500, lebih dari empat kali lipat dari perkiraan harga tertinggi sebesar $15.000.
“Hasil ini menunjukkan kekuatan pasar perhiasan daring yang terus berlanjut serta permintaan yang tak pernah surut terhadap perhiasan langka, bersejarah, dan luar biasa,” kata Christie’s.
Lelang tersebut berlangsung pada 9–19 Maret.
Lima puluh empat persen penawar dan pembeli berasal dari Amerika, 26 persen dari Asia-Pasifik, dan 20 persen dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Komposisi peserta tersebut menegaskan “kekuatan yang terus berlanjut dan jangkauan yang semakin luas” dari platform digital Christie’s, demikian pernyataan tersebut.
Lelang perhiasan daring yang diselenggarakan oleh Christie’s ini tidak hanya menegaskan tingginya minat terhadap berlian putih berkualitas tinggi, tetapi juga memperlihatkan bahwa pasar global masih sangat responsif terhadap perhiasan dengan nilai sejarah dan keunikan desain. Cincin dari Tiffany & Co. menjadi sorotan utama, sementara karya dari Cartier turut membuktikan bahwa merek legendaris tetap memiliki daya tarik kuat di kalangan kolektor.
Keberhasilan penjualan koleksi milik Elizabeth Taylor juga menunjukkan bahwa faktor provenance atau asal-usul kepemilikan mampu meningkatkan nilai jual secara signifikan. Dengan dominasi pembeli dari Amerika dan meningkatnya partisipasi kawasan Asia-Pasifik, tren lelang online diprediksi akan terus berkembang pesat. Platform digital kini menjadi sarana utama bagi kolektor global untuk mengakses perhiasan langka tanpa batas geografis.
Baca juga artikel: Roti Panggang Telur Tengah Dengan Bacon & Alpukat Lezat
