Replika Infinity Gauntlet Bertabur Batu Permata Akan Dilelang Hingga Puluhan Juta Dolar

Replika Infinity Gauntlet, salah satu artefak paling ikonik dalam Marvel Cinematic Universe (MCU), akan menjadi pusat perhatian dalam lelang bergengsi yang digelar Julien’s Auctions pada Desember mendatang di Abu Dhabi. Berbeda dengan replika biasa, karya luar biasa ini dihiasi lebih dari 170 karat batu permata alami yang mewakili enam Infinity Stones, menjadikannya perpaduan sempurna antara budaya pop, seni, dan kemewahan tingkat tinggi.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi East Continental Gems dengan Marvel dan Disney. Dengan akses langsung ke berkas desain resmi Marvel, perusahaan tersebut berhasil menciptakan replika yang sangat detail sekaligus menghadirkan interpretasi mewah menggunakan batu permata asli berkualitas museum.

Awal Mula Proyek Infinity Gauntlet

Ide pembuatan replika ini bermula pada 2019 ketika Adam Mirzoeff, CEO East Continental Gems, mengunjungi kantor seorang eksekutif Marvel. Saat melihat sebuah mainan Infinity Gauntlet di meja kerja, ia melontarkan candaan bahwa perusahaannya seharusnya membuat versi asli menggunakan batu permata sungguhan.

Candaan tersebut ternyata berkembang menjadi proyek nyata setelah East Continental Gems memperoleh lisensi resmi dari Marvel dan Disney. Tim desain kemudian menggunakan file digital berlapis yang disediakan Marvel agar setiap detail sarung tangan dapat direproduksi secara presisi.

Hasil akhirnya adalah sebuah karya setinggi sekitar 20 inci yang tidak hanya menampilkan bentuk autentik Infinity Gauntlet, tetapi juga menghadirkan keenam Infinity Stones menggunakan batu permata alami berukuran besar.

Enam Infinity Stones Menggunakan Batu Permata Asli

Keunikan utama Infinity Gauntlet ini terletak pada penggunaan batu permata asli yang dipilih sesuai karakter masing-masing Infinity Stone.

Time Stone

Time Stone diwakili oleh zamrud Kolombia alami berbobot hampir 23 karat. Batu ini telah menjadi bagian koleksi East Continental Gems selama lebih dari tiga dekade sebelum akhirnya digunakan dalam proyek tersebut.

Space Stone

Space Stone dibuat menggunakan safir Madagaskar dengan berat lebih dari 30 karat, melambangkan kemampuan berpindah ruang secara instan.

Reality Stone

Reality Stone direpresentasikan oleh rubi Mozambik berbobot lebih dari 15 karat, yang menggambarkan kekuatan memanipulasi realitas.

Power Stone

Power Stone menggunakan batu amethyst alami berbentuk oval dengan berat lebih dari 35 karat, melambangkan energi dan kekuatan tanpa batas.

Soul Stone

Soul Stone diwujudkan melalui spessartite berbentuk cushion seberat lebih dari 35 karat, yang dalam cerita Marvel memiliki hubungan erat dengan kehidupan dan kematian.

Mind Stone

Mind Stone menjadi salah satu batu paling istimewa karena menggunakan berlian kuning potongan persegi panjang dengan berat hampir 35 karat serta memiliki tingkat kejernihan dan intensitas warna yang sangat tinggi.

Standar Gemologi Kelas Dunia

Seluruh batu permata pada Infinity Gauntlet telah melalui proses sertifikasi yang ketat. American Gemological Laboratories (AGL) melakukan autentikasi seluruh batu berwarna, sedangkan berlian kuning memperoleh dokumentasi resmi dari Gemological Institute of America (GIA).

Presiden AGL, Christopher P. Smith, mengaku secara langsung mengawasi proses pemeriksaan setiap batu. Sebagai penggemar Marvel, ia menyebut proyek tersebut sebagai salah satu pengalaman paling berkesan sepanjang kariernya di bidang gemologi.

Menurutnya, sangat jarang menemukan karya yang mampu memadukan kualitas batu permata kelas dunia dengan salah satu simbol budaya pop paling terkenal dalam sejarah perfilman modern.

Perpaduan Budaya Pop dan Perhiasan Mewah

Yoni Mirzoeff, Wakil Presiden East Continental Gems, menyatakan bahwa tujuan utama proyek ini adalah menciptakan karya yang melampaui batas koleksi konvensional.

Ia menggambarkan Infinity Gauntlet sebagai ikon budaya pop yang memiliki nilai intrinsik tinggi karena menggunakan batu permata alami langka. Ambisinya bahkan menyamakan karya tersebut dengan posisi Mona Lisa dalam dunia budaya pop modern.

Setiap detail dikerjakan secara presisi agar mampu memenuhi standar museum sekaligus mempertahankan identitas visual Infinity Gauntlet yang dikenal luas oleh para penggemar Marvel.

Pernah Dipamerkan di Comic-Con

Infinity Gauntlet pertama kali diperkenalkan kepada publik pada San Diego Comic-Con 2022. Saat itu karya tersebut ditawarkan dengan nilai sekitar US$25 juta, menarik perhatian kolektor, penggemar Marvel, hingga pecinta batu permata dari berbagai negara.

Kini karya tersebut kembali menjadi sorotan karena akan dilelang dalam acara Celebrity & Culture Experience pada malam Pop Culture Legends yang diselenggarakan Julien’s Auctions di Rosewood Abu Dhabi, Pulau Al Maryah, pada 8 Desember.

Diperkirakan Terjual Hingga Puluhan Juta Dolar

Menurut Julien’s Auctions, estimasi harga resmi hanya diberikan kepada calon pembeli yang telah memperoleh persetujuan khusus. Namun, pihak penyelenggara memperkirakan harga akhir akan berada pada kisaran delapan digit, yakni antara US$10 juta hingga US$99 juta.

Pemenang lelang nantinya akan memperoleh Infinity Gauntlet beserta sertifikat gemologi lengkap untuk setiap batu permata, sertifikat keaslian yang ditandatangani Jim Starlin sebagai pencipta kisah Infinity Gauntlet di Marvel Comics, serta kotak presentasi eksklusif.

Penutup

Replika Infinity Gauntlet ini menjadi contoh sempurna bagaimana dunia perhiasan mewah dapat berpadu dengan budaya pop modern. Menggunakan lebih dari 170 karat batu permata alami, lisensi resmi Marvel, serta pengerjaan berstandar museum, karya ini diperkirakan menjadi salah satu benda koleksi paling bernilai yang pernah muncul dalam lelang budaya pop. Bagi kolektor kelas dunia maupun penggemar Marvel, Infinity Gauntlet bukan sekadar replika film, melainkan sebuah mahakarya yang menggabungkan seni, sejarah, teknologi, dan kemewahan dalam satu karya yang benar-benar unik.

Baca juga artikel: Lyon Hadapi Ujian Berat Di Markas Real Sociedad

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *