Tren Perhiasan Mewah Bekas Mulai Bergeser pada 2026
Pasar barang mewah bekas terus berkembang dan mulai memengaruhi cara konsumen memilih perhiasan. Laporan Penjualan Kembali 2026 dari The RealReal, berjudul “The (R)evolution of Resale”, mengungkap perubahan selera konsumen berdasarkan data selama 15 tahun dari lebih dari 44 juta pembeli dan 50 juta barang yang terjual.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pasar sekunder tidak lagi sekadar tempat mencari barang dengan harga lebih murah. Konsumen kini semakin mempertimbangkan sejarah, keunikan, serta potensi nilai jual kembali sebuah produk sebelum melakukan pembelian.
Pasar Barang Mewah Bekas Tumbuh Pesat
Menurut laporan tersebut, pasar barang mewah sekunder berkembang sekitar tiga kali lebih cepat dibandingkan pasar barang mewah primer. Sebanyak 93 persen warga Amerika disebut pernah berbelanja barang bekas secara online.
Menariknya, 47 persen konsumen juga mempertimbangkan potensi nilai jual kembali sebuah barang sebelum membelinya di pasar primer. Generasi Z dan Milenial menjadi kelompok penting dalam tren ini, dengan sekitar setengah pelanggan The RealReal berasal dari kedua generasi tersebut.
Selera Perhiasan Berbeda di Setiap Kota
Tren perhiasan dan barang mewah ternyata juga dipengaruhi lokasi. Konsumen di berbagai kota Amerika menunjukkan karakter pembelian yang berbeda-beda, mulai dari gaya minimalis hingga perhiasan mewah yang lebih mencolok.
Merek Perhiasan yang Populer
Di San Diego, Bulgari menjadi salah satu merek perhiasan yang paling banyak diminati. Sementara itu, pembeli di Dallas membeli perhiasan David Yurman lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan rata-rata nasional.
Atlanta justru menunjukkan kecenderungan berbeda karena perhiasan mewah tanpa merek lebih populer dibandingkan sejumlah label ternama. Di Prescott, Arizona, Rolex dan Cartier banyak diminati oleh konsumen yang memiliki daya beli tinggi.
Washington, D.C. juga menjadi wilayah unik karena cincin pertunangan masuk dalam kategori barang konsinyasi teratas.
Perhiasan Vintage Kembali Menjadi Favorit
Salah satu temuan paling menarik dari laporan The RealReal adalah meningkatnya permintaan terhadap barang vintage. Permintaan kategori ini disebut melonjak 432 persen antara 2020 dan 2026.
The RealReal mendefinisikan barang vintage sebagai produk berusia setidaknya 15 tahun yang memiliki makna dalam sejarah mode, budaya, maupun gaya. Konsumen kini semakin tertarik pada produk yang memiliki karakter dan cerita tersendiri.
Nostalgia Era 1990-an dan Y2K
Pencarian berdasarkan dekade juga meningkat 135 persen secara tahunan. Era 1990-an menjadi periode dengan volume pencarian tertinggi, sementara minat terhadap gaya Y2K juga terus berkembang.
Pencarian produk yang terinspirasi tren Y2K meningkat 93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nostalgia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan tren barang mewah.
Belle Époque Diprediksi Jadi Tren Berikutnya
Setelah kebangkitan gaya 1990-an dan Y2K, era Belle Époque berpotensi menjadi sumber inspirasi berikutnya. Periode sekitar 1895 hingga 1914 kembali mendapat perhatian melalui koleksi sejumlah desainer ternama.
Gaya Belle Époque dikenal melalui siluet dramatis, detail dekoratif, serta penggunaan motif bunga dan pita. Perhiasan pada masa tersebut banyak menggunakan platinum dan berlian dengan desain rumit menyerupai renda.
Pesona Perhiasan Belle Époque
Perhiasan Belle Époque juga terkenal karena desainnya yang fleksibel. Beberapa kalung dapat diubah menjadi tiara sehingga satu perhiasan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Kebangkitan estetika awal abad ke-20 berpotensi mendorong meningkatnya minat terhadap perhiasan bergaya vintage. Hal ini semakin diperkuat oleh pencarian terkait Art Deco yang naik 71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Konsumen Mencari Perhiasan Secara Sangat Spesifik
Laporan tersebut juga memperlihatkan bahwa konsumen semakin detail ketika mencari barang. Fitur pencarian tersimpan memungkinkan pengguna memantau produk tertentu dan menerima pemberitahuan ketika barang yang dicari tersedia.
Beberapa pencarian bahkan sangat spesifik, seperti anting chandelier David Yurman 18K dengan topaz dan berlian berbentuk quatrefoil. Konsumen juga mencari aksesori unik seperti pensil mekanik Cartier dan cincin Flying Pig dari Retrouvai.
Menariknya, pembeli tidak selalu mengejar barang dalam kondisi sempurna. Sebanyak 32 persen memilih kondisi “fair”, baik karena harganya lebih terjangkau maupun karena menyukai tampilan yang sudah memiliki karakter dan kesan vintage.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar perhiasan mewah semakin menghargai sejarah, keunikan, dan karakter sebuah barang. Jika tren tersebut berlanjut, perhiasan bergaya Belle Époque dan Art Deco berpotensi menjadi salah satu daya tarik utama pasar resale dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga artikel: Wafel Pancake Dengan Es Krim Pistachio Dan Delima
