Kalung telur edisi khusus yang ditelan di sebuah toko perhiasan di Selandia Baru berhasil ditemukan kembali setelah menunggu selama enam hari.

Auckland—Seorang pria Selandia Baru dilaporkan telah membantah semua tuduhan setelah diduga menelan kalung Fabergé edisi khusus di sebuah toko perhiasan di Auckland.

Pada sore hari 28 November, polisi dipanggil ke Partridge Jewellers setelah pria berusia 32 tahun itu mengambil kalung, memasukkannya ke mulutnya, dan kemudian menelannya, menurut pernyataan Inspektur Grae Anderson, Komandan Wilayah Pusat Auckland, yang dibagikan kepada National Jeweler.

Tersangka juga menelan rantai emas 18 karat sepanjang sekitar 20 inci beserta labelnya.

Polisi Auckland merespons laporan dalam hitungan menit dan berhasil menangkap seorang pria di lokasi kejadian. Tindakan cepat aparat mencegah situasi memburuk serta memastikan keamanan warga sekitar tetap terjaga.

Kalung tersebut muncul pada 4 Desember setelah menunggu selama enam hari, menurut Kepolisian Selandia Baru.

Pada sidang pengadilan pada 8 Desember, pria tersebut, yang namanya belum diungkapkan, mengajukan pleidoi tidak bersalah dalam kasus tersebut, menurut laporan lokal.

Sidang berikutnya di Pengadilan Distrik Auckland dijadwalkan pada 17 Februari, kata polisi.

Kalung yang ditelannya adalah “Fabergé x 007 Octopussy Egg Surprise” locket.

Kalung tersebut terdaftar dengan harga eceran $16.500 di situs web Fabergé, meskipun laporan berita mencatat nilai kalung tersebut sebesar 33.585 dolar Selandia Baru, atau sekitar $19.400.

Kalung tersebut terbuat dari emas kuning 18 karat dengan enamel hijau guilloché, dihiasi dengan 60 berlian putih dan 15 safir biru, dan digantung pada rantai emas kuning.

Telur itu terbuka untuk memperlihatkan seekor gurita emas di dalamnya dengan dua mata berlian hitam.

Karya ini terinspirasi dari film tahun 1983 “Octopussy”, di mana James Bond harus memecahkan kasus pembunuhan seorang mata-mata yang ditemukan tewas di Jerman Timur sambil memegang telur Fabergé palsu yang mirip dengan yang dibuat untuk kalung edisi terbatas.

Dalam pernyataan kepada media lokal, Partridge Jewellers mengatakan kalung yang ditemukan kembali akan dikembalikan ke Fabergé.

Kasus pencurian disertai aksi menelan barang bukti serupa pernah terjadi pada awal tahun ini di Amerika Serikat. Peristiwa tersebut menyita perhatian publik dan memicu diskusi soal motif pelaku serta celah keamanan.

Pada Maret, seorang pria di Florida diduga mencuri perhiasan berlian senilai hampir $800.000 dari toko Tiffany & Co. di Orlando dan kemudian menelannya saat dihentikan polisi.

Kedua pasang anting-anting tersebut kemudian ditemukan kembali.

Baca juga artikel: Apa itu Koji? Dan Mengapa Kita Menemukannya di Mana-Mana?

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *