Lucara Temukan Berlian 1.305 Karat di Botswana, Perkuat Reputasi Tambang Karowe
Lucara Diamond Corp. kembali mencatat sejarah di industri pertambangan berlian dunia setelah berhasil menemukan berlian mentah seberat 1.305,4 karat dari Tambang Karowe di Botswana. Penemuan spektakuler ini semakin memperkuat posisi Karowe sebagai salah satu sumber berlian berkualitas tinggi paling produktif di dunia.
Berlian raksasa tersebut ditemukan dalam kondisi utuh dan termasuk dalam kategori berlian putih. Hingga saat ini, batu mulia tersebut belum memiliki nama resmi, namun ukurannya yang mencapai 79,9 mm x 34,1 mm x 51,9 mm telah menarik perhatian pelaku industri perhiasan global.
Berlian 1.305 Karat Ditemukan Menggunakan Teknologi XRT
Lucara Diamond Corp., perusahaan pertambangan yang berbasis di Vancouver, British Columbia, menjelaskan bahwa berlian tersebut berhasil dipulihkan menggunakan teknologi Mega Diamond Recovery (MDR) X-ray Transmission (XRT).
Teknologi ini dirancang khusus untuk mendeteksi dan memulihkan berlian berukuran besar tanpa merusaknya selama proses pengolahan bijih.
Teknologi Modern Menjaga Berlian Tetap Utuh
Penggunaan sistem XRT menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Karowe dalam menghasilkan berlian-berlian berukuran luar biasa.
Berbeda dengan metode konvensional, teknologi ini mampu mengidentifikasi batu permata berdasarkan karakteristik materialnya sehingga berlian dapat dipisahkan tanpa mengalami kerusakan fisik.
Menurut Lucara, sistem tersebut telah berkontribusi besar terhadap keberhasilan perusahaan dalam menemukan sejumlah berlian kelas dunia selama beberapa tahun terakhir.
Asal Berlian Masih Belum Dapat Dipastikan
Lucara mengungkapkan bahwa berlian seberat 1.305 karat tersebut ditemukan ketika perusahaan memproses campuran material hasil tambang terbuka dan bijih yang sebelumnya telah ditambang namun disimpan dalam tumpukan (stockpile).
Berasal dari Tambang Terbuka atau Stockpile?
Karena material yang diproses merupakan campuran dari dua sumber berbeda, perusahaan belum dapat memastikan secara pasti asal berlian tersebut.
Kemungkinan batu tersebut berasal dari area tambang terbuka atau dari material hasil penambangan sebelumnya yang baru diproses belakangan.
Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi nilai historis maupun ekonomis dari penemuan tersebut.
Tambang Karowe Pecahkan Rekor Dunia
Penemuan terbaru ini menjadi pencapaian yang sangat penting bagi Tambang Karowe.
Berlian Ke-10 Berukuran Lebih dari 1.000 Karat
Sejak mulai beroperasi pada tahun 2012, Karowe telah menghasilkan 10 berlian mentah dengan berat lebih dari 1.000 karat.
Menurut Lucara, hingga kini tidak ada tambang berlian lain di dunia yang mampu menghasilkan jumlah berlian raksasa sebanyak itu secara konsisten.
Prestasi tersebut semakin mengukuhkan Karowe sebagai tambang berlian paling produktif untuk batu-batu berukuran sangat besar.
Deretan Berlian Legendaris dari Karowe
Tambang Karowe sebelumnya juga telah melahirkan sejumlah berlian yang menjadi sorotan dunia.
Lesedi La Rona
Pada tahun 2015, Karowe menemukan Lesedi La Rona seberat 1.109 karat, yang kemudian menjadi salah satu berlian mentah terbesar yang pernah ditemukan.
Eva Star
Pada tahun 2023, tambang ini kembali mencatat sejarah melalui penemuan Eva Star dengan berat 1.080 karat.
Motswedi dan Seriti
Tahun 2024 menjadi periode luar biasa bagi Karowe setelah berhasil menemukan:
- Motswedi seberat 2.488 karat, yang menjadi berlian terbesar yang ditemukan dalam lebih dari satu abad.
- Seriti seberat 1.094 karat, ditemukan hanya berselang sekitar satu bulan setelah Motswedi.
Kini, berlian baru seberat 1.305 karat menambah daftar panjang batu permata luar biasa dari tambang tersebut.
CEO Lucara Sebut Penemuan Ini Sebagai Tonggak Sejarah
Presiden sekaligus CEO Lucara Diamond Corp., William Lamb, menyebut penemuan berlian terbaru sebagai pencapaian luar biasa bagi perusahaan.
Bukti Keunikan Tambang Karowe
Menurut Lamb, tidak ada tambang berlian lain dalam sejarah yang mampu secara konsisten menghasilkan batu permata dengan ukuran sebesar ini.
Ia menilai penemuan berlian ke-10 dengan berat lebih dari 1.000 karat semakin membuktikan kualitas cadangan mineral Karowe yang tergolong kelas dunia.
Selain itu, keberhasilan ini juga memperkuat keyakinan perusahaan terhadap potensi ekonomi jangka panjang dari kawasan tambang tersebut.
Lucara Bersiap Memasuki Era Penambangan Bawah Tanah
Saat ini Lucara tengah menjalankan proyek transisi besar dari sistem tambang terbuka menuju Karowe Underground Project (UGP).
Target Produksi Hingga Puluhan Tahun ke Depan
Melalui proyek bawah tanah ini, perusahaan ingin mengakses bagian terdalam dari cadangan mineral yang diyakini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Bijih hasil pengembangan bawah tanah diperkirakan mulai mengurangi ketergantungan terhadap stok material tambang pada tahun 2027.
Sementara itu, produksi bawah tanah secara penuh dijadwalkan dimulai pada paruh pertama 2028, sehingga diharapkan mampu memperpanjang umur operasional Tambang Karowe sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu penghasil berlian terbesar dan paling bernilai di dunia.
Penemuan Berlian Baru Perkuat Dominasi Karowe
Penemuan berlian putih seberat 1.305,4 karat menjadi bukti bahwa Tambang Karowe masih menyimpan potensi luar biasa. Dengan dukungan teknologi pemulihan modern, kualitas cadangan mineral yang tinggi, serta pengembangan proyek bawah tanah, Lucara Diamond Corp. optimistis Karowe akan terus menghasilkan berlian-berlian berukuran spektakuler yang memiliki nilai tinggi di pasar global.
Baca juga artikel: Roti Pisang Klasik Empuk Dengan Rasa Manis Alami
