Koleksi Perhiasan “Human Being” dari Boucheron: Merayakan Keahlian Tangan Manusia
Boucheron resmi meluncurkan koleksi perhiasan mewah tahun 2026 yang diberi tajuk “Human Being”. Koleksi ini hadir sebagai respons terhadap maraknya penggunaan kecerdasan buatan, dengan menonjolkan kreativitas serta keahlian pengerjaan tradisional yang sangat halus. Koleksi ini menyoroti persamaan yang menyatukan manusia serta perbedaan yang membuat setiap individu menjadi unik, dan terdiri dari lima set perhiasan: “Rain,” “Flower,” “Light,” “Tattoo,” dan “Checkers”.
Fokus pada Teknik Kerajinan yang Mendalam
Direktur Kreatif Boucheron, Claire Choisne, memilih untuk menggunakan kalung cluster sebagai basis koleksi karena kemampuannya menyatukan berbagai batu permata menjadi komposisi yang utuh. Choisne, yang merupakan seorang perajin perhiasan terlatih, menekankan pentingnya keahlian teknis yang hanya dapat dicapai melalui sentuhan tangan manusia, di mana setiap detail kecil pada perhiasan mendefinisikan identitas karya itu sendiri.
Lima Set Perhiasan dengan Keunikan Teknikal
Masing-masing dari lima set perhiasan ini terdiri dari cincin dan kalung, yang masing-masing menggunakan teknik pengerjaan khusus untuk menciptakan efek visual yang menakjubkan.
1. Rain
Set ini menciptakan ilusi aliran berlian yang menetes layaknya hujan menggunakan kristal batu berongga. Proses pembuatannya melibatkan pemasangan 4.800 berlian secara manual di antara lapisan resin nabati, yang menghabiskan waktu pengerjaan hingga 1.300 jam.
2. Flower
Terinspirasi dari motif bunga, set ini menampilkan detail botani yang dilukis secara mikro pada setiap potongan kuarsa mawar. Pelukis menggunakan alat pembesar untuk menciptakan ilusi kedalaman melalui permainan cahaya dan bayangan, yang kemudian disempurnakan dengan pernis matte.
3. Light
Koleksi ini memadukan berbagai bentuk dan ukuran morganit untuk menciptakan permainan cahaya yang dinamis. Sebanyak lebih dari 1.500 karat morganit dipilih dengan cermat, dengan pemasangan cakar emas mawar yang dilakukan secara khusus karena sifat batu tersebut yang relatif lunak.
4. Tattoo
Mengadopsi estetika tato era Victoria, set ini menggunakan teknik seni gliptik kuno—yaitu teknik ukiran batu permata—untuk menciptakan efek tato yang nyata pada kulit. Pengukir membuat pola pada sisi belakang batu menggunakan lebih dari 200 alat khusus yang dirancang untuk menangkap cahaya dan menciptakan tekstur yang unik.
5. Checkers
Terinspirasi oleh pola tekstil houndstooth, set ini menggunakan teknologi laser femtosecond untuk mengukir 163 potong onyx. Teknologi ini menghilangkan material tanpa memanaskannya, dan prosesnya didukung oleh pemodelan CAD yang ekstensif untuk memastikan pola yang mengalir tanpa terputus di setiap bagiannya. Koleksi lengkap “Human Being” dapat disaksikan langsung melalui situs resmi Boucheron.
Baca juga artikel: Telur Devilled: Camilan Gurih Yang Selalu Menggoda
