Cincin Berlian Tudor Abad ke-16 Terjual Lebih dari Rp360 Juta dalam Lelang Inggris
Sebuah cincin yang dihiasi berlian hogback—potongan batu permata kuno yang berasal dari sekitar abad ke-16—terjual seharga lebih dari 20.000 dolar AS dalam sebuah lelang di Inggris.
Di London, sebuah cincin berlian cluster yang berasal dari akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17, ditemukan pada tahun 2024 oleh seorang pengguna detektor logam, berhasil terjual seharga £17.000 atau sekitar 22.400 dolar AS dalam lelang yang digelar awal pekan ini.
Cincin tersebut sebelumnya diperkirakan akan laku dengan harga antara £15.000 hingga £20.000 dan akhirnya dibeli oleh seorang penawar melalui telepon dari Inggris dalam lelang Jewellery, Silver & Objects of Vertu yang diselenggarakan Noonans.
Cincin Tudor Memiliki Desain Langka
Cincin tersebut memiliki bezel berbentuk kepala bunga yang dihiasi delapan berlian hogback mengelilingi sebuah berlian potongan mawar di bagian tengah.
Menurut Asosiasi Perhiasan Antik Internasional, potongan hogback merupakan bentuk awal berlian persegi panjang yang menjadi cikal bakal potongan baguette modern. Bedanya, bagian atas hogback berbentuk melengkung, bukan datar.
Bagian bawah bezel dihiasi motif bunga menggunakan batu pirus dan enamel putih. Sementara bahu cincin menampilkan ornamen bunga quatrefoil, serta lingkar cincin diukir dengan motif dedaunan dan gulungan khas era Tudor.
Emas cincin tersebut memiliki kadar 19,2 karat, sesuai standar yang diberlakukan Raja Edward I sejak tahun 1300.
Ditemukan oleh Pengguna Detektor Logam
Penemuan Berharga di Gloucestershire
Cincin langka ini ditemukan oleh Stuart Jones, seorang pengguna detektor logam berusia 42 tahun asal Solihull, di desa Wormington dekat Evesham, Gloucestershire, pada tahun 2024.
Lokasi penemuan berada tidak jauh dari dua rumah bangsawan penting yang pernah berdiri pada abad ke-16, sehingga memperkuat dugaan bahwa cincin tersebut berasal dari kalangan bangsawan.
Karena dinyatakan bukan sebagai harta karun berdasarkan hukum Inggris, hasil penjualan cincin akan dibagi antara Jones dan pemilik lahan tempat cincin ditemukan.
Penemunya Tak Menyangka Nilainya Sangat Tinggi
Jones yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las di Jaguar Land Rover mengaku sangat terkejut dengan hasil lelang tersebut.
“Menemukan cincin itu sudah merupakan pengalaman sekali seumur hidup, tetapi melihatnya terjual dengan harga luar biasa benar-benar melampaui harapan saya,” ujarnya.
Ia mengaku sejak pertama kali detektor logamnya memberikan sinyal, dirinya merasa telah menemukan sesuatu yang istimewa. Namun ia tidak pernah membayangkan proses panjang yang akan dilalui mulai dari pemeriksaan Portable Antiquities Scheme (PAS), proses Treasure, hingga akhirnya dilelang.
Peran Portable Antiquities Scheme
Portable Antiquities Scheme (PAS) merupakan program yang dikelola British Museum bersama Museum Nasional Wales untuk mendata berbagai benda arkeologi yang ditemukan masyarakat di Inggris dan Wales.
Program ini melengkapi Undang-Undang Treasure 1996 yang mewajibkan masyarakat melaporkan penemuan benda logam mulia dan artefak prasejarah tertentu kepada pemerintah agar museum memiliki kesempatan memperoleh benda tersebut sebelum dijual kepada publik.
Jones mengatakan bahwa nilai sebenarnya bukan hanya pada harga cincin tersebut, melainkan kesempatan mengembalikan sepotong sejarah yang telah hilang selama ratusan tahun.
Menurutnya, mengetahui bahwa sebuah perhiasan Tudor yang indah kini dapat diapresiasi kembali oleh kolektor merupakan kepuasan tersendiri.
Lelang Juga Menawarkan Cincin Bersejarah Lain
Cincin Peringatan Dr. Richard Busby
Selain cincin Tudor, lelang tersebut juga menghadirkan 14 artefak hasil temuan para pengguna detektor logam.
Salah satunya adalah cincin emas bergaya memento mori dengan motif tengkorak untuk mengenang Dr. Richard Busby (1606–1695).
Cincin tersebut berhasil terjual seharga £3.200, sedikit di atas estimasi awal yang berada di kisaran £2.000 hingga £3.000.
Busby dikenal sebagai kepala sekolah Westminster School sejak 1638 hingga wafatnya. Ia dijuluki sebagai guru sekolah paling terkenal pada zamannya dan pernah mengajar sejumlah tokoh besar seperti filsuf John Locke, arsitek Christopher Wren, komponis Henry Purcell, fisikawan Robert Hooke, hingga diplomat Matthew Prior.
Menurut Noonans, Busby memang mewariskan dana kepada sahabat-sahabatnya melalui surat wasiat agar dibuatkan cincin kenangan, tradisi yang cukup umum pada masa tersebut.
Penemu Cincin Ikut Menyaksikan Proses Lelang
Cincin memento mori tersebut ditemukan oleh Amanda Parker di dekat Catforth, Lancashire, pada tahun 2024.
Amanda bersama pemilik lahan mengikuti jalannya lelang secara daring.
“Saya sangat senang dengan hasilnya. Harganya bahkan terjual sedikit di atas estimasi tertinggi,” katanya.
Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan proses lelang dan merasa pengalaman tersebut sangat mendebarkan. Meski demikian, Amanda belum memutuskan akan menggunakan hasil penjualan itu untuk apa, meskipun salah satu rencananya adalah pergi berlibur.
Baca juga artikel: Pasta Musim Semi, Hidangan Segar Kaya Sayuran Lezat
